Material Gipsum Mampu Meminimalkan Akibat Gempa


Dibaca: 1621

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini kesadaran masyarakat mengupayakan bangunan ramah gempa banyak dikembangkan. Sayangnya, elemen nonstruktural justru kurang mendapatkan perhatian. Padahal, saat gempa tengah berlangsung, material nonstruktural inilah yang akan berjatuhan lebih dulu.

"Sekarang ini banyak dikembangkan struktur bangunan tahan gempa, tapi nonstrukturnya seperti plafon dan dinding partisi justru terabaikan. Padahal, elemen ini akan berjatuhan lebih dulu dan bisa mengakibatkan kejadian fatal atau kecelakaan di dalam bangunan," kata Vivi Satria Wibawa, Strategy and VAP Manager PT Petrojaya BORAL Plasterboard kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (11/4/2012).

Vivi mengatakan, sebagai produsen yang berkonsentrasi pada elemen interior ruangan, pihaknya mencoba menawarkan solusi lewat produk Jayaboard Seismic Ceiling System.

"Kami berkonsentrasi dengan menghadirkan solusi, yaitu bagaimana caranya meminimalkan akibat guncangan gempa yang membuat material berjatuhan," katanya.

Suwarso, System Development Rep PT. Petrojaya Boral Plasterboard menambahkan, bahwa sistem yang ditawarkan pihaknya ini bukan berarti saat gempa terjadi bangunan tetap kokoh. Tetapi, dengan menggunakan pendekatan seismik, sistem ini akan meminimalkan risiko saat guncangan gempa terjadi.

"Sehingga penghuni rumah memiliki waktu lebih lama untuk menyelamatkan diri, serta terhindar dari material bangunan yang terjatuh secara tiba-tiba," katanya.

Plafon dan dinding penyekat Produk teranyar Boral Jayaboard ini diuji dengan standar internasional ASTM - 580, yakni suatu standar Internasional yang menguji sistem aplikasi dengan gipsum. Menurut Suwarso, plafon dan dinding penyekat produknya ini dibuat dengan sistem yang mengikuti arah gerakan serta guncangan gempa. Selain fleksibel, plafon dan penyekat juga ringan sehingga tidak akan mencelakai penghuni rumah atau orang di dalam bangunan.

"Pengujiannya dengan frekuensi 1,23 PGA (Peak Ground Acceleration) sampai 60 detik itu, plafon gipsum kami masih bertahan," katanya.

Sementara untuk dinding penyekat, konstruksinya yang ringan meminimalkan risiko kecelakaan bila menimpa orang.

"Dinding penyekat dengan konstruksi batu bata itu per meter persegi beratnya 250 kilogram, sementara dengan gipsum maksimal 15 kilogram. Anda bisa membayangkan ketika guncangan selama beberapa detik saja, konstruksi batu bata akan mudah jatuh," katanya.

Share

Punya pertanyaan seputar masalah desain interior. Silakan kirim pertanyaan kamu di sini


Nama

Email

No. Tlp

Pertanyaan

 
Saya mau pasang gypsum untuk ukuran 7 x 6. Harganya berapa ya?
ucum maryanah
Selamat malam. Saya sedang merehab dinding rumah. Akibat kekurang telitian pengerjaan, hasil ...
Adi M Sihar