Jauh hari sebelum kemacetan kota menjadi hambatan yang jamak dirasakan oleh semua orang, para profesional dan pengusaha dengan jangkauan bisnis yang luas sudah serius memikirkan bagaimana caranya menghapus stigma tiga titik (spot) penting: rumah, kantor dan tempat pertemuan (meeting).
Rumah berkaitan dengan tempat beristirahat dan keluarga. Kantor adalah tempat mengatur organisasi bisnis yang melibatkan sekian banyak karyawan di struktur bawah dan para pejabat lainnya sebagai atasan kerja. Sedangkan tempat meeting dengan pihak ketiga menjadi lokasi paling penting, karena di sinilah kesepakatan bisnis dengan pihak lain terbentuk.
Dalam banyak kesempatan, kepentingan dari ketiga titik di atas kerap hadir silih-berganti tanpa bisa diatur satu sama lain. Saat berada di rumah, misalnya, masih banyak relasi bisnis yang harus dihubungi. Kasus lainnya terjadi saat bertemu dengan klien, seperti mengatur perencanaan dengan klien lain, masuknya order lewat bawahan di kantor atau laporan tentang kondisi pasar terakhir.
Padatnya kesibukan kalangan profesional ini memaksa mereka untuk selalu terkoneksi dengan semua pihak setiap saat. Artinya, semua urusan dan kewajiban yang berkaitan dengan pihak manapun harus bisa ditangani kapan saja, di mana saja. Belum lagi soal pemenuhan aspek hiburan dan rileksasi di sela-sela kesibukan yang tak kunjung surut.
Untuk mendukung mobilitas dan produktifitas harian, para profesional mempersenjatai diri dengan telepon seluler (ponsel) canggih yang tidak sekedar untuk berkomunikasi, tapi juga sebagai mediator untuk ketiga kepentingan di tiga titik tadi. Masalahnya, karena basis ponsel adalah sebagai perangkat komunikasi, mereka kerap memerlukan penyesuaian koneksi mobile device ini ke perangkat komputer dan tetap membutuhkan komputer jinjing agar lebih leluasa mengakses internet dan mengelola data.
Fungsi kursor (mousepad)
Menjawab kenyataan tersebut, para manufaktur ponsel mengarahkan pengembangan ponsel cerdas (smartphone) ke model dasar komputer, antara lain dengan membenamkan sistem operasi komputer ke dalam produk ponsel dan mengubah cara kerjanya menyerupai prinsip kerja komputer.
Salah satu produk smartphone yang sudah mengadopsi konsep dasar komputer adalah Samsung SGH i780 yang tampil dengan desain tipis (hanya 12,9 mm), ergonomis dan nyaman digenggam.
Yang paling disukai oleh para pebisnis adalah sistem operasinya yang menggunakan Windows Mobile 6.0 Professional yang lazim digunakan oleh PDA. Dengan menggunakan OS keluaran Microsoft ini, sinkronisasi smartphone dengan laptop maupun komputer kantor menjadi lebih mudah dan nyaman karena hampir semua komputer di Indonesia bekerja pada sistem operasi Windows.

Nah, untuk menambah kenyamanan pengguna, produk ini dilengkapi tombol start Windows dan mousepad kecil di bagian bawah layar untuk menjalankan fungsi kursor--persis seperti mousepad laptop dalam ukuran yang diperkecil. Dengan adanya fitur unik ini, SGH i780 beroperasi layaknya sebuah komputer. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajahi setiap sudut layar i780 dengan hanya menggerakkan jarinya di atas papan tetikus optik ini.
Smartphone ini memiliki layar-sentuh berukuran 2,55 inchi dengan kedalaman warna 65 ribut TFT sehingga cukup nyaman di mata. Selain itu, pihak vendor juga menyediakan tombol-tombol shorcut seperti ke internet, email dan GPS untuk menambah kenyamanan saat berselancar di dunia maya.
Koneksi Lengkap
Samsung nampaknya cukup serius dalam menggarap produk untuk kalangan atas ini. Terlihat dari kelengkapan teknologi yang dimiliki. Semua kecanggihan terkini sudah dimiliki oleh ponsel yang dibalut dengan warna hitam menawan plus cover belakang bertekstur milip kulit ini.
Berbekal keypad jenis QWERTY, SGH i780 memiliki sejumlah fitur canggih seperti fasilitas RSS feeds, podcast, Global Positioning System (GPS) terintegrasi. Soal koneksi dan jaringan, Samsung SGH i780 tergolong lengkap karena dipersenjatai dengan GPRS kelas 10, EDGE, WLAN/Wi Fi 802.11b/g, Bluetooth 2.0 USB, TV-out dan jaringan HSDPA (3,5G) untuk akses data internet hingga 3,6 Mbps.
Begitu juga dengan fungsi hiburan yang mencukupi untuk ukuran pebisnis, seperti kamera 2 megapiksel dan ketersediaan bluetooth stereo A2DP yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik lewat speaker eksternal yang lebih bertenaga.
Foto: Getty Images