Televisi adalah pusat hiburan keluarga. Produk elektronik yang hadir pertama kali pada tahun 1930 ini sudah menjadi perangkat wajib yang menemani interaksi setiap anggota keluarga di rumah. Semua orang bebas menikmati suguhan acara film, musik hingga berita teraktual yang disiarkan stasiun-stasiun televisi secara gratis.
Di lain pihak, para pengelola stasiun televisi berlomba-lomba menampilkan program yang menarik dan mampu menyedot banyak iklan. Selain meningkatkan kualitas acara, mereka juga terus memperbaiki kualitas tayangannya (broadcasting), sehingga cakupan siaran semakin luas dan menghasilkan gambar yang jernih tanpa bayang-bayang atau gambar semut.
Tapi untuk dapat menikmati acara televisi dengan kualitas gambar prima, tentu tidak cukup dengan hanya mengandalkan antena yang ditancap di atap rumah. Diperlukan televisi dengan teknologi pengatur gambar digital yang mumpuni. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para produsen televisi berlomba-lomba menghadirkan teknologi gambar paling mutakhir.
Belakangan, kualitas gambar ternyata bukan satu-satunya nilai jual yang mampu meningkatkan angka penjualan produk televisi. Masyarakat yang hidup di era multimedia sekarang lebih mengutamakan aspek tampilan, keindahan dan nilai estetika satu produk-disamping soal kualitas fungsi tentunya.
Setiap kali manufaktur TV menciptakan produk dengan teknologi dan fitur terbaru, selalu diikuti dengan tampilan desain yang indah dan menawan. Sudut-sudut lengkung yang elastis kini menjadi tren, menggantikan sudut kotak yang menjadi ciri khas produk zaman sebelumnya.
TV Langsing
Nah, di tengah booming TV LCD dan plasma, TV tabung (cathoda ray tube-CRT) terus memantapkan eksistensinya dengan penekanan pada desain luar. Sekarang bagian muka TV CRT tidak lagi dipenuhi dengan barisan tombol-tombol kecil-yang disembunyikan di bagian atas atau sisi kanan-kiri. Tampilan muka menjadi lebih bersih dan berkelas dengan hanya meninggalkan tombol power on/off berbentuk bulat di sudut kanan atau tengah.
Dari segi warna, televisi keluaran terbaru didominasi dengan warna hitam glossy (mengkilap) dan beberapa dihiasi dengan garis silver dari bahan aluminium. Sebagai kemasan produk, warna hitam menonjolkan unsur kecanggihan dan keanggunan (sophisticated and elegance), selain memberi kesan mewah dan berkelas.
Tapi merobak struktur tombol dan warna saja tidak cukup. Bila ingin bersaing dengan TV LCD dan plasma yang langsing, TV tabung harus tampil minimalis dan elegan. TV CRT yang terlihat gemuk dan tambun tidak hanya memakan banyak ruang dan menyisakan lorong kosong yang tidak terpakai, tapi juga tidak sesuai dengan konsep rumah-rumah modern yang banyak mengadopsi konsep interior minimalis.
Ultra Slimfit Piano Black
Satu-satunya cara agar TV CRT terlihat minimalis adalah dengan memangkas tabung belakang TV seperti yang dilakukan oleh Samsung dengan menciptakan produk TV Ultra Slimfit yang ketebalan bagian belakangnya berkurang hingga 34%. Terobosan Samsung dalam memangkas tabung ini membuat TV Slimfit tampil lebih langsing dari TV CRT layar datar lainnya-bahkan mendekati tampilan TV Plasma.
Salah satu produk TV Ultra Slimfit yang sedang digemari banyak orang adalah seri Piano Black seperti Samsung CS-21Z58MN. Selain tampil minimalis, TV ini semakin mempesona karena dibungkus warna hitam. Seri ini hadir layaknya desain sebuah piano yang cantik dan fashionable.
Teknologi Mutakhir
Selain tampilan, televisi ini juga dilengkapi teknologi dan fitur canggih seperti teknologi Digital Intelligent Picture Enhancement (DIPE) yang mengoptimalkan gambar dengan cara memproses setiap sinyal secara digital.
Televisi ini juga dipersenjatai teknologi DNIeJrTM (Digital Natural Image engine junior) atau teknologi Mesin Pencitraan Alami Digital junior, yaitu teknologi inovatif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar produk menengah setingkat 50Hz ke bawah.
Selain itu, masih ada teknologi Pengurang Desis Digital (Digital Noise Reduction-DNR) yang berfungsi mensinkronkan informasi tiap bingkai yang masuk dengan informasi dalam memori. Teknologi ini juga mengurangi derau yang ditimbulkan oleh pemasangan kabel dan konektor yang kurang baik.
Foto: Getty Images