Bayangkan apabila Anda nonton film-film action seperti Die Hard 4, Bourne Ultimatum atau film-film thriller seperti The Excorcism dengan kualitas suara yang sember atau mendem bak kaset yang sudah usang. Dijamin mood akan langsung hilang!
Kualitas tayangan memang menjadi faktor utama yang membuat kita betah nonton berjam-jam lamanya. Namun tata suara yang berkualitas akan membuat kita lebih nyaman menikmati berbagai tontonan, baik itu film, video klip atau sinetron sekalipun. Salah satu cara untuk mendapatkan tata suara yang tak asal nyaring adalah dengan menggunakan Home Theater.
Kualitas Tata Suara Home Theater
Home Theater mampu menghadirkan teknologi tata suara dalam beberapa format yang ada pada saat ini. Sebut saja Dolby Digital yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 bersamaan dengan dirilisnya film Batman Return. Pada awalnya Dolby Digital merupakan pengembangan dari Dolby AC3, kemudian berubah menjadi Dolby Digital 5.1. Dinamakan demikian karena pada sistem ini terdapat 5 kanal utama (right, center, letf, right surround, left surround) dan satu kanal dengan notasi 0.1 yaitu kanal effect yang disebut LFE (Low Frequency Effect).
Selain Dolby Digital ada pula format DTS yang pertama kali diperkenalkan dalam film Jurrasic Park karya Steven Speilberg tepat pada tahun 1992. Pada dasarnya DTS dan Dolby Digital memiliki persamaan, yaitu sama-sama mempunyai 5 kanal suara dan 1 LFE akan tetapi DTS mempunyai kekurangan, yaitu ukuran data yang lebih besar.
SDDS adalah format yang dikembangkan oleh Sony. Kelebihan SDDS adalah memiliki kanal suara yang lebih banyak, antara 6 hingga 8 kanal. Film-flm yang menggunakan format ini rata-rata adalah film produksi Sony, namun sayang sekali format ini belum bisa diadopsi oleh konsumen rumahan.
Mulai dikembangkan pada tahun 1980an, THX yang digagas oleh Lucas Films merupakan salah satu standar format audio yang banyak digunakan saat ini. Ada dua jenis sertifikasi, yang pertama dinamakan THX Ultra untuk ruangan sekelas cineplex atau theater dan ada juga THX Select yang diperuntukkan untuk ruangan kecil seperti home theater.
Memaksimalkan Kualitas Suara Home Theatre Anda
Pertama-tama pelajari menu setup speaker. Setiap penerima 5.1/6.1 A/V memiliki menu setup namun jika Anda tidak pernah mempelajari pilihan dalam setup ini suara speaker Home Theater Anda mungkin tidak terdengar maksimal. Cobalah cari sound level meter yang dapat membantu Anda mengepas besarnya suara antar speaker. Pastikan setiap speaker dan kabel penghubung berada pada posisi yang benar. Jangan biarkan kabel penghubung berserakan sehingga mudah bercampur satu sama lain. Pada saat Anda masuk pada level adjustment, pastikan nada yang dites keluar dari speaker yang benar.
Setelah Anda selesai mencoba suara dan mengukurnya, masuk ke tahap subwoofer. Jika bass subwoofer terdengar tebal dan keras, coba turunkan level volumenya, pindahkan subwoofer dari pojok, dan tempatkan lebih dekat ke salah satu speaker depan untuk mendapatkan suara bass yang lebih halus dan flat.
Pilih Produk yang Berkualitas
Dalam memilih produk Home Theater, selain merek dan budget, kualitas produk juga harus Anda pertimbangkan.
Anda bisa mencoba Samsung HT-Q9 dengan fitur Progressive Scan yang mampu memaksimalkan gambar dan Media-Supporting Format yang mampu membaca berbagai media seperti CD-R/RW/VCD/SVCD/DVD±R/±RW/MP3/JPEG-Viewer/DVD-Audio/WMA/WMV/DIVX-XVID serta sudah mengadopsi format DTS dan Dolby Digital serta Dolby Pro Logic II.
Kemudian tentukan jenis televisi yang Anda inginkan. Jika pilihan Anda jatuh pada TV LCD, Samsung LA52M81B merupakan pilihan yang pas. Tetapi jika Anda memilih TV Plasma, cobalah si Stylish Cinema Samsung TV PS-42Q91H yang memiliki fitur Ultra Filter Bright dan Natural tru Color.
Akan tetapi apabila budget tidak mencukupi, Anda sebaiknya memilih TV CRT, diantaranya Samsung SlimFit CS-21Z40MN. Televisi ini memiliki kualitas gambar yang tajam dan suara yang baik karena mengadopsi teknologi Samsung Sound Effect Turbo Plus. Nah selamat menikmati tontonan berkualitas di rumah Anda sendiri.