Membedah Fitur Canggih Ponsel Low-End

Banyaknya model telepon seluler (ponsel) yang beredar di pasar mungkin membuat Anda pusing. Dalam setahun, setiap vendor telepon genggam meluncurkan begitu banyak seri baru. Saking banyaknya, Anda tidak lagi mempedulikan perbedaan satu produk dari produk lainnya.

Tapi bagaimanapun, pasti ada fitur baru atau karakter khusus yang dimiliki oleh masing-masing produk. Beberapa produk boleh jadi merupakan perbaikan, penambahan atau bahkan pengurangan dari produk sebelumnya, atau biasa disebut sebagai upgrade product. Namun ada juga produk baru yang benar-benar baru (new product).

Penambahan fitur pada produk-produk upgrade dilakukan dengan pertimbangan selera pasar dan perkembangan teknologi. Tapi jangan heran bila Anda mendapati produk baru tidak lebih canggih dibandingkan produk sebelumnya. Ini karena sang vendor menganggap pangsa pasar produk tersebut tidak membutuhkan fitur berlebih.

Bila Anda penggemar ponsel kategori low-end (entah karena pertimbangan harga atau simplisitas), Anda harus tahu bahwa para vendor lebih senang mengeluarkan produk baru untuk jenis ini. Pasalnya, pangsa pasar ponsel low-end jauh lebih besar dibandingkan kategori hi-end. Meskipun penjualan ponsel hi-end terus mengalami peningkatan, tapi ponsel seharga satu jutaan tetap menguasai pangsa pasar di Indonesia--juga dunia.

Ponsel low-end juga terus mengalami peningkatan baik dari segi fitur maupun desain. Standar teknologinya sudah berubah drastis bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Buktinya, ponsel berlayar monokrom sudah tidak lagi diproduksi. Demikian juga dengan ringtone monoponik yang sudah lama dilupakan oleh para penciptanya.

Nah, sebelum memutuskan jenis ponsel yang disukai, ada baiknya Anda mengenal fitur-fitur canggih yang menjadi standar ponsel kelas low-end. Tapi sebelumnya, Anda harus tentukan dulu basis jaringan mana yang sesuai untuk Anda. GSM atau CDMA. Bila Anda tidak begitu sering ke luar kota atau tidak mempunyai segudang urusan yang berkaitan dengan orang banyak, CDMA merupakan pilihan bijak karena tarifnya lebih hemat. Tapi bila jaringan kuat menjadi alasan utama, maka GSM adalah jawabannya.

Berikut fitur terkini yang bisa Anda temui di ponsel low-end:

  • Layar jernih. Meski tidak ada lagi handphone berlayar monokrom, bukan berarti semua layar warna enak di mata. Kemampuan layar dalam menampilkan gambar sangat tergantung pada seberapa besar jumlah warna yang dimiliki. Ponsel keluaran terbaru rata-rata memiliki 65 ribu lebih warna. Untuk kelas hi-end, kapasitas warnanya sudah mencapai 256 ribu hingga 16 juta warna.
  • Radio FM. Ini fitur wajib yang mustahil Anda abaikan begitu saja. Mengisi waktu kosong dengan alunan lagu atau breaking news dari radio merupakan pilihan tepat. Dan kalau Anda bisa mendengarkannya bersama semua orang lewat speakerphone, tentu akan lebih menyenangkan.
  • Koneksi internet. Saat ini fitur GPRS dan WAP untuk koneksi internet sudah menjadi fasilitas standar ponsel. Jadi, Anda juga harus mempertimbangkan ketersediaan fitur ini. Setidaknya fitur ini mempermudah minat Anda men-download ringtone atau wallpaper.
  • Kamera digital. Meskipun masih resolusi standar, kamera yang terbenam dalam ponsel low-end sudah cukup untuk mengabadikan momen berharga.

Salah satu produk ponsel low-end yang saat ini beredar di pasaran adalah Samsung SGH-C170. Ponsel yang bekerja di jaringan GSM ini memiliki bodi tipis (hanya 8,9 mm), sehingga nyaman saat digenggam. SGH-C170 sudah dilengkapi dengan fitur-fitur terkini, termasuk radio FM dengan speakerphone dan pesan SOS untuk pengiriman SMS darurat ke nomor-nomor tertentu. Ponsel ini juga dapat menampung 500 nama ke dalam memori phonebook-nya.

Selain itu, Samsung memiliki produk handphone dengan harga terjangkau namun sudah dilengkapi dengan kamera digital. Salah satunya adalah SGH-M300. Ponsel berbentuk clamshell ini dijual dengan harga yang terjangkau namun fitur-fitur di dalamnya sudah cukup komplit.

Nah, bila sudah memantapkan pilihan, segera kunjungi gerai handphone terdekat.

Bedah Produk
Copyright © 2008 KCM