JAKARTA, SELASA - Tren teknologi multimedia player semakin mengarah pada bentuk peranti yang stylish dan penggunaan yang semakin mudah. Taruhlah contoh Apple Inc. yang membuat iPhone, dan kemudian iPod touch. Produk ini mengubah perilaku konsumen gadget untuk tetap tampil gaya dengan perangkat serbabisa berteknologi canggih.
Meskipun Apple bukan pemain pertama dalam produksi gadget berteknologi layar sentuh, kehadiran iPod touch seakan memberi inspirasi bagi produk-produk lain untuk mengembangkan teknologi serupa. Tak dapat dipungkiri, kemudahan pemakaian dan juga tampilan yang menawan pada produk mungil multiperan itu telah membuka mata banyak orang, termasuk yang gaptek (gagap teknologi) sekalipun.
Hal itulah yang coba diterapkan Samsung melalui salah satu varian Yepp ini. Melalui produk terbarunya berlabel YP-P2, pabrikan yang bermarkas di Suwon, Korea Selatan, itu mencoba meraih pasar sebagai alternatif MP3 player berlayar sentuh sebagai media pengoperasiannya. Kami lebih suka menyebutnya sebagai multimedia player, sebab nyatanya P2 bukan sekadar pelantun MP3 belaka, melainkan pemutar video dan radio FM, serta penampil foto.
Operasional
Kemudahan pemakaian itupun tampak dalam di peranti ini. YP-P2 menempatkan empat tombol di bagian kanan dan kiri, yakni Power On/Off dan Hold (pengunci) di kiri, serta Volume Up/Down di kanan. Di luar itu, hampir semua tombol operasi dikendalikan dari dalam layar.
Pemakaiannya pun mudah. Kecuali fungsi scrolling bar, di mana layar harus ditekan lebih kuat, pengoperasian fungsi pada setiap tombol cukup dilakukan dengan menyentuh lembut pada area tombol yang dimaksud.
Menu untuk mengakses setiap fasilitas yang disediakan juga tertata apik. Ada dua opsi pengaturan layout menu tersebut, yakni secara berkolom dan terpetak. Tampilan secara berkolom dapat Anda pindah-pindah dengan tampilan animasi ikon menarik.
Layar Lebih Lebar
Karena hampir semua pengoperasian alat menggunakan media layar sentuh, maka pemakaian layar berukuran besar menjadi faktor mutlak. P2 menggunakan layar berlebar diagonal 3 inci dengan resolusi 480x272 pixel. Ukuran layar sebesar ini membuat bentuknya memanjang, dengan dimensi 100x52x9,9 mm. Ukuran ini sangat pas dengan genggaman orang dewasa.
Samsung dikenal sebagai produsen elektronik dengan riset kuat dalam pengembangan teknologi display, termasuk untuk TV LCD dan plasma. Salah satunya melalui teknologi DNIe, yang dikembangkannya beberapa tahun lalu. Untuk gadget, Samsung mengeksploitasi teknologi layar TFT dan OLED, bahkan memasok layar berteknologi Active Matrix OLED (AMOLED) untuk Clix, produk multimedia player dari iRiver.
Oleh karena itu, jangan heran jika Anda terpikat oleh warna-warni gambar yang ditampilkan oleh layar berukuran 665x379 mm pada produk ini. Penampang gambar ini membuat kami terkesan berkat warnanya yang hidup (vivid) dan kontras yang pas. Memang, kadang kala warna-warni itu kurang sesuai dengan apa yang kita lihat di alam. Namun, itulah teknologi layar masa kini, di mana kelir gambar diubah semenarik mungkin. Lagipula, tugas utama perangkat mungil semacam P2 ini untuk tetap menjaga keaslian warna foto sehingga tampak senatural mungkin. Fungsi utamanya adalah memberikan hiburan yang menyenangkan bagi pengguna.
Suara Membahana
Perlu kami beri tahukan, saat sampai ke meja Redaksi, produk ini tidak disertai dengan earphone. Walhasil, kami harus mengetesnya dengan earphone lain. Suaranya toh memberikan kenikmatan bagi kuping kami.
Ada beberapa setelan modus audio, antara lain Rock, R&B, Jazz, Classic, Concert Hall, dan juga Studio. Kami memilih mengubah sendiri setelan tersebut dengan pengaturan yang akrab di telinga kami. Hasilnya memang memuaskan. Seluruh album Joshua Tree dari U2 dan musikalitas Brazilian Samba yang kami pakai dalam dapur uji terdengar manis dan suara teratur dalam porsi yang pas.
Suara treble tidak bocor, sementara bunyi midrange terdengar jelas dan pas. Suara bas lebih mengesankan lagi. Dengan bantuan fasilitas 3D Bass, bebunyian frekuensi rendah terdengar membahana di telinga. Fasilitas itu merupakan salah satu keuntungan dari penerapan teknologi DNSe yang dikembangkan Samsung. Tugasnya, selain membuat virtualisasi ruang akustik, juga menambah kedalaman suara layaknya bunyi surround seperti saat Anda menikmati film di bioskop.
Meskipun demikian, tetap saja ada batasan-batasan musikalitas pada file audio yang dimainkannya. P2 dapat membaca file terkompresi seperti MP3, AAC, dan OGG Vorbis, tapi tidak demikian dengan format WAV. Andai format terakhir dapat dijalankan, barangkali beberapa detail suara yang tidak dimiliki audio terkompresi dapat terdengar lebih jelas.
Video, Foto, dan Lainnya
Selain suara, kami terkesan dengan kualitas visual P2. Saat menjajal beberapa thrailer video yang dilengkapi efek suara surround, dedengaran dari earphone seperti mengitari indera pendengaran. Format video MPEG4 dan WMV dengan teknik decode khusus juga menampilkan kualitas gambar yang apik untuk ukuran layarnya. Dengan kecepatan pergantian gambar sebesar 30 fps, tayangan video itu berjalan mulus tanpa putus-putus. Plus rasio layar 16:9, Anda seolah sedang menonton film DVD dalam genggaman tangan.
Adanya fasilitas Bluetooth memudahkan pengguna P2 berbagai pakai suara. Pasalnya, fasilitas ini dapat membagi jalur suara ke dua perangkat headset berteknologi Bluetooth. Sementara itu, fasilitas pemindai sinyal radio FM melengkapi kemeriahan penggunaan peranti ini. Selain melalui pengaturan manual, sinyal radio dapat dipindai secara otomatis dan hasilnya langsung disimpan berdasarkan nomor urut frekuensi gelombang.
Untungnya, untuk semua menjalankan semua fungsi itu, produk tergolong punya daya tahan operasional cukup lama. Samsung mengklaim P2 memiliki waktu siaga selama 35 jam untuk audio dan lima jam untuk menampilkan video. Nyatanya, kami menggebernya selama hampir 4,5 jam nonstop untuk menyaksikan video. Adapun untuk memainkan musik, kami menemukannya tidak dalam keadaan menyala setelah dihidupkan 29 jam tanpa henti. Namun, harap ingat bahwa kami mengujinya dengan earphone lain dengan impedansi 32 Ohm, sementara Samsung menyediakan daya sebesar 20mW per kanal. Barangkali, dengan earphone bawaannya, daya tahan YP-P2 lebih lama.