index Galeri Foto


Berita BCA


Dengan Niat dan Semangat Chris Chandra Sukses Kembangkan The Brahouse

Bila Anda seorang wanita, tentu tidak asing dengan brand pakaian dalam seperti Sorella, Pierre Cardin, Felancy, Young Hearts, maupun Sorex. Siapa sangka, pebisnis pakaian dalam wanita yang juga memiliki outlet The Brahouse yang tersebar di seluruh Indonesia adalah seorang pria bernama Chris Chandra.

 


Pria kelahiran Kutaraja,  Nangroe Aceh Darussalam yang besar di Medan ini, pada awalnya memiliki bisnis took kelontong mengikuti jejak orang tuanya. Bertemu seorang teman yang berasal dari Singapura, Chris ditawari bisnis pakaian dalam wanita. Chris menolak karena merasa risih bila lelaki harus berjualan pakaian dalam wanita. Namun akhirnya, Ia mencoba terjun ke bisnis pakaian dalam pada tahun 1981 disaat usianya 32 tahun. 
Di bawah PT Megariamas Sentosa, brand pertama yang Chris jual adalah Sorella. Awalnya, Ia berjualan di Medan saja, namun karena penjualan agak sepi, pada tahun 1985 Chris memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Selayaknya sales, Chris menawarkan produknya dari rumah ke rumah, took ke took sekaligus merangkap sebagai pengantar barang.


Saat itu, produk dagangannya merupakan barang impor dari luar negeri. Lambat laun, kesulitan impor barang mulai dirasakan oleh Chris. Tahun 1987, dibukalah pabrik untuk memproduksi pakaian dalam wanita di Kosambi yang mempekerjakan 20-30 orang dan memproduksi 500 potong per hari.


Secara perlahan, Chris mencoba mengembangkan bisnisnya. Ia memiliki misi untuk memasukkan produk ke department store besar pada saat itu. Pertama kali, Sorella berhasil masuk ke Artomoro Department Store. Bukan tanpa kesulitan saat ia mencoba memasukkan produk di sebuah department store ternama kala itu. Penolakan dilakukan berkali-kali, namun Chris pantang menyerah dan terus berusaha. Setelah setahun lebih, akhirnya department store tersebut baru menerima produk Chris.

 
Duka lain pun sempat dirasakan ketika krisis moneter tahun 1998. Kondisi pasar mengalami penurunan yang mengakibatkan jumlah produksi ikut menurun. Namun, Chris mencoba bertahan dan berupaya untuk melewati tahun 1998.


Perjuangannya selama 30 tahun membuahkan hasil yang manis. Saat ini, produk pakaian dalam bermerk Sorella, Felancy, Pierre Cardin, Young Hearts dan Sorex tidak hanya tersebar di berbagai department store dan mall di Indonesia, namun juga diekspor ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Hongkong. The Brahouse yang baru didirikan tahun 2009 pun telah memiliki 100 outlet tersebar di berbagai kota besar seluruh Indonesia. Pekerja pabriknya juga terus bertambah hingga mencapai 1000 orang dengan total produksi sebanyak 10.000 pasang per hari.


“Semangat. Kalau ada niat dan semangat pasti bisa sukses. Saat ini mau dagang apa saja bisa, asal niat. Saat memulai, ibaratnya kalau orang kerja sehari 8 jam, kita harus 16 jam,” ungkap Chris saat ditanya mengenai kunci sukses dari keberhasilannya.


Saat ini, usahanya telah diteruskan oleh tiga dari empat putranya, salah satunya Jimmy Chandra. Jimmy memutuskan untuk terjun di bisnis keluarga karena memiliki passion dan menganggap bisnis yang digeluti oleh ayahnya sangat potensial. Ketika pertama kali masuk, Jimmy tidak langsung menduduki posisi tinggi namun bekerja di pabrik. Ia harus merasakan dari bawah dulu hingga memahami seluk-beluk dari bisnis pakaian dalam wanita.


Pria lulusan manajemen ini mengakui akan terus melakukan inovasi pada produknya. Produk akan diperbagus secara model mengikuti perkembangan tren fashion dan lebih focus pada tiap brand agar sesuai dengan keinginan konsumen. Menurut Jimmy, kombinasi lokal dan luar negeri menjadi hal yang penting bagi fashion pakaian dalam wanita. 


Transaksi pembayaran diakui Chris dibantu dengan EDC BCA yang ada di semua outlet The Brahouse. “Transaksi menggunakan EDC rata-rata sekitar 30% dan trennya semakin meningkat. BCA OK, hingga saat ini belum pernah masalah,” ungkap Chris, yang telah menjadi nasabah BCA sejak tahun 1989.


Seringnya melakukan transaksi melalui EDC BCA dan penyimpanan dana di BCA, membuat PT Megariamas Sentosa jugamendapatkan apresiasi dari BCA pada program kejutan EDC BCA di ITC Surabaya yang berlangsung dari Juli sampai September 2014. 
Chris pun berhak mendapat hadiah dari BCA sebesar 25 juta rupiah, yang secara simbolis diserahkan di kantornya pada 26 November 2014 lalu.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.




Jika Anda mempunyai pertanyaan atau saran,kirimkan email ke beritabca@kompas.com