index Galeri Foto


Berita BCA


Social Media dalam e-Commerce dan Brand

Pengguna internet di Indonesia semakin meningkat hingga mencapai 72 juta jiwa. Nampaknya, pemakaian social media bukan lagi menjadi hal yang asing di tanah air. Indonesia mendapat kehormatan sebagai salah satu tuan rumah Social Media Week yang diselenggarakan di Pacific Place, Jakarta 23-27 Februari 2015.

Pada hari keempat acara seminar Social Media Week 26 Februari lalu, banyak pembicara mengadakan seminar, diskusi, serta sesi tanya jawab para peserta seminar. Mat Sutton, Vice President of Social Komli, menjelaskan bahwa social media memberikan dampak besar terhadap interaksi antar individu. 

Social media digunakan untuk membagikan informasi dan juga untuk mengumpulkan informasi. Selain itu, social media mengubah akses internet tidak hanya melalui dekstop namun mobile phone, serta berpengaruh juga terhadap dunia marketing dan periklanan.

Salah satu social media yang terus berkembang dan memberikan banyak pengaruh terhadap dunia marketing serta periklanan adalah facebook dan twitter. “Tiga jaringan sosial yang sering digunakan masyarakat Indoensia adalah Facebook, Twitter, dan Linkedin. Sedangkan aplikasi pesan yang sering digunakan adalah Whatsapp Messenger, Facebook Messanger dan Line,” jelas Mat Sutton.

Selanjutnya adalah diskusi dari para pengusaha online di Indonesia. Diskusi yang dimoderatori oleh Antonny Liem, CEO MCM group, dimulai dengan pertanyaan “Bagaimana e-commerce melihat Social Media?”

Kusumo Martanto , CEO Blibli Indonesia, menjelaskan bahwa e-commerce tidak hanya memberikan produk dan servis dengan baik, namun juga memberikan pengalaman pribadi kepada pembeli untuk menilai kualitas dari suatu online shop. Social Media dimanfaatkan sebagai customer care, membangun komunitas serta untuk menaikkan penjualan.

Saat ini, Blibli tidak hanya mengadakan kegiatan online saja, namun juga melakukan aktivitas online. Blibli pernah mengadakan foto kompetisi dengan komunitas gadget untuk merayakan hari imlek. Menurut Kusumo, bila melakukan kegiatan offline, user akan terus mengingat Blibli.

CMO of Lazada Indonesia, Sebastian Sieber, mengungkapkan pemakaian social media untuk mendapatkan feedback dari pelanggan, seperti halnya percakapan dua arah.Social media membuat semuanya transparan, karena setiap pemakai internet bisa berbicara satu dengan yang lain. Jadi, e-commerce harus memperlakukan keluhan pelanggan dan mengatasi dengan baik.

Adrian Suherman, CEO of aCommerce, menyampaikan bila menggunakan social media, maka harus melihat user dari social media tersebut, termasuk kategori seperti apa. “Komunitas di social media seperti halnya pesta, kita tidak bisa cuma datang namun harus membawa sesuatu. Jadi bila bergabung di suatu komunitas, kita harus mengetahui apa yang ada di komunitas,”ungkap Adrian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bila ada keluhan dari pembeli jangan dihapus. Kuncinya adalah seberapa cepat merespon dan seperti apa responnya. Tingkatkan pelayanan, jujur, transparan, hadapi keluhan dari pelanggan agar kembali percaya untuk membeli barang. 

Halo BCA di Social Media Week
Tidak ketinggalan, sebagai bank yang selalu mengikuti perkembangan dunia digital, PT Bank Central Tbk (BCA) turut berpartisipasi dalam Social Media Week.Nathalya Wani Sabu, Head of Halo BCA,memberikan seminar mengenai pemakaian social media pada Halo BCA.

Sebelumnya, Halo BCA hanya dapat diakses melalui telpon 500888. Akhirnya, Halo BCA memutuskan untuk membuat sarana lain yaitu twitter, karena mengikuti kondisi para nasabah.  Menggunakan nama @HaloBCA, respon yang didapat sangat positif dari para nasabah. Social media menjadi sarana nasabah untuk mendapatkan informasi, memberi aspirasi, maupun keluhan.

Pemakaian social media memudahkan terhubung dengan nasabah, lebih murah, layanan servis yang aktif selama 24 jam dalam 7 hari, cepat untuk diproses, pesan dapat disampaikan dengan sederhana, dan ada notifikasinya.

Bagi perusahaan sendiri, social media memberikan dampak baik karena dapat mengetahui serta mendengarkan nasabah secara cepat. Walaupun demikian, terdapat tantangan seperti nasabah mudah untuk retweet,  sangat  terbuka, karakter lebih terbatas dan harus hati-hati dalam menjawab.
Wani Sabu menyampaikan lima tips dari BCA untuk social media, yaitu kecepatan merespon seperti 2 menit dalam merespon, merekrut orang yang tepat dibidangnya, buat suasana pekerjaan jadi menyenangkan, gunakan teknologi dengan secara maksimaldan  menjadi yang paling top. 

Hingga saat ini, follower Halo BCA semakin naik, dan negatif sentimen telah menurun drastis. Halo BCA dianggap sebagai role model dalam pelayanan servis, dibuktikan dengan memenangkan penghargaan sebagai juara bertahan brand dengan respon twitter tercepat di dunia versi Social Baker untuk banking industry tahun 2013- 2014 serta memenangkan the best mega contact center in the world 2014, membawa pulang 12 medali dari Las vegas Amerika Serikat.  

BCA Senantiasa di Sisi Anda 




Jika Anda mempunyai pertanyaan atau saran,kirimkan email ke beritabca@kompas.com